Wednesday, June 5, 2013

KULIAH 6 LEVEL DARI KUALITAS


Kuliah 6
LEVEL DARI KUALITAS


1.       Core of Quality (Kualitas Inti)
       Level kualitas ini adalah level inti dari kualitas yang merupakan minimal yang harus dipenuhi oleh produsen atau penjual yang ingin menawarkan produknya kepada konsumen didalam pasar tertentu.
       Bila Anda ingin membuat atau menjual suatu produk atau jasa, tetapi kualitas produk Anda berada dibawah level inti ini, maka  disarankan jangan Anda tawarkan dulu. Sebaiknya di improve secara terus menerus hingga Anda mampu membuat atau menawarkan produk atau jasa yang lebih baik dari core of qulity atau kualitas inti yang baru dari kualitas untuk ditawarkan.
       Harga juga berpengaruh  pada kualitas yang akan Anda tawarkan. Ibaratnya ada harga, ada barang. Justru sering terjadi kualitas inti harga yang ditawarkan di atas harga pasar yang seharusnya bisa bersaing. Untuk itu lakukan riset, survei dan membandingkan produk atau jasa Anda dengan harga – harga yang ada di pasaran sesuai dengan kualitas yang sama (kualitas menentukan segmentasi pasar)

Level kualitas inti  terdiri dari :  
       Produk berjalan dengan baik secara fungsional. Misal : Mesin bor bisa untuk mengebor sesuai dengan kegunaannya, baik untuk beton, besi atau kayu.
       Spesifikasi sesuai dengan yang benar-benar ada atau realitas produk. Terkadang produk bisa berfungsi, tapi spesifikasi yang tertera pada label tidak sesuai sehingga timbul complain dari pelanggan.
       Kemasan. Baik warna, packing, pegangan, beratnya atau pembungkusnya yang berupa plastik kokoh dan bagus.
       Level kualitas inti ini akan sangat berpengaruh pada level harga yang bisa ditawarkan kepada konsumen. Sebaiknya Anda bisa memenuhi kualitas inti ini untuk bisa bersaing dengan produk sejenis.

Level kualitas inti  terdiri dari :  
       Produk berjalan dengan baik secara fungsional. Misal : Mesin bor bisa untuk mengebor sesuai dengan kegunaannya, baik untuk beton, besi atau kayu.
       Spesifikasi sesuai dengan yang benar-benar ada atau realitas produk. Terkadang produk bisa berfungsi, tapi spesifikasi yang tertera pada label tidak sesuai sehingga timbul complain dari pelanggan.
       Kemasan. Baik warna, packing, pegangan, beratnya atau pembungkusnya yang berupa plastik kokoh dan bagus.
       Level kualitas inti ini akan sangat berpengaruh pada level harga yang bisa ditawarkan kepada konsumen. Sebaiknya Anda bisa memenuhi kualitas inti ini untuk bisa bersaing dengan produk sejenis.

2.       Marketable Quality (Good Quality)                           
       Setelah kualitas inti bisa dilampaui maka Anda perlu memenuhi marketable quality, yaitu kualitas yang perlu ditambahkan dengan maksud agar produk tersebut marketable atau ada nilai yang menjadi daya saing produk Anda (competitive advantage), antara lain :
      Menambah kualitas jaminan (assurance). Biasanya, produk yang ada di pasar sulit berkembang pesat karena tidak ada unsur jaminan kulitas untuk konsumen, misalnya:
      Jaminan barang kembali bila produk tersebut rusak. Jaminan purna jual, ini perlu branding, popularitas dan jaringan agen dan sparepart yang murah dan terjangkau.
      Jaminan kualitas dengan quality control system, misalnya adanya ISO 9002, Qcoke atau CE dan sebagainya.
       Untuk meningkatkan kualitas, diperlukan sistem dan prosedur pengawasan mutu yang lebih baik pula, antara lain :  Kaizen , Continuing Improvement dengan siklus deming (Plan, Do, Check, Action, Improved), total quality management dan lain-lain. Selalu berorientasi pada sistem mutu yang lebih baik agar bisnis semakin berkembang.
       Meningkatkan  strategi komunikasi tentang kualitas produk Anda lebih bagus.
       Menambah manfaat untuk kualitas produk Anda diatas kualitas inti, misalnya dengan tambahan pengantaran bebas biaya, co-branding dengan produk lain, mempercepat cara kerjanya, accessibility dipermudah, kualitas waktu pemakaian dan lain-lain.

3.       Expectation Quality
       Setelah produk dinyatakan bagus (good quality) yang mampu bersaing di pasar, kualitas berikutnya adalah tambahan kualitas diluar fungsional yaitu emotional benefit semisal gengsi, status, kebanggaan, memorable dan lain-lain.
       Kualitas ini bisa didapat setelah bisnis Anda berjalan sekian lama dengan sempurna dan branding secara terus menerus lewat positioning dan differentiation yang tepat sehingga bisa tercipta perubahan status pembeli dari sekedar transaksi menjadi ‘advocator’ atau ‘provocator’.

4.       Quality Excellence
       Tahap akhir tentang kualitas yaitu pencapaian kualitas yang mendekati zero defect dan zero complain sehingga baik kualitas internal perusahaan dan produk menyamai  kualitas eksternalnya, yaitu reputasi dan popularitasnya. Tahap ini sudah bebas dari segala kekurangan dan kelemahan kualitas produk dalam jangka waktu yang panjang.
       Kualitas produk yang excellent (sangat sempurna) sangat sulit diraih, tetapi mungkin. Pesaing pada kualitas ini adalah perusahaan multinasional yang sudah mendunia, dimana perusahaan tersebut telah melalui masalah branding dan marketing. Unsur quantum leaps sudah menjadi visi kualitas perusahaan ini di beberapa tahun sebelumnya.
       Bagi pebisnis pemula, untuk memenuhi marketable quality saja sudah cukup sulit. Seyogyanya  tahap kualitas inti harus bisa dilampauinya, karena kualitas inti adalah “The Basic of Quality Concept to compete in the Market”.

QUALITY CONCEPT

There are three important factors that create the key to Allianz’s success with its policyholders. The first factor, is to be customer focused, and know well the customer’s expectations.  The second, is delivery, that is the capability to deliver the product and service through an integrated concept of “customer service behavior”.  And the third factor, is effective processing, with the objective of lessening complexity, attain rapid service, and find innovative ways to reach out to the customers, (such as text messaging). Jens Reisch, President Director of Allianz Life Indonesia

Ada tiga faktor penting yang membuat kunci sukses Allianz dengan pemegang polis. Faktor pertama, adalah untuk menjadi pelanggan terfokus, dan kenal baik harapan pelanggan. Yang kedua, adalah pengiriman, yaitu kemampuan untuk memberikan produk dan layanan melalui konsep terpadu dari "perilaku layanan pelanggan". Dan faktor ketiga, adalah pengolahan yang efektif, dengan tujuan untuk mengurangi kompleksitas, mencapai pelayanan yang cepat, dan menemukan cara inovatif untuk menjangkau para pelanggan, (seperti pesan teks).

QUALITY CONCEPT

       Yang dimaksud dengan konsep qualitas dalam enterpreneurship adalah konsep tentang kualitas yang tidak hanya mengacu pada satu sisi saja, yaitu kualitas produk, tetapi sisi manusianya juga, baik yang membuat, menjual atau yang melaksanakan sistemnya, dimana setiap bagian mempunyai andil dalam mempengaruhi kualitas produk.

Secara garis besar, konsep kualitas dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
       Little Q : kualitas produk seperti apa yang akann Anda berikan kepada konsumen Anda? Konsep kualitas ini disebut kualitas produk atau “What will you deliver?”
       Big  Q : kualitas orang atau personal yang mempengaruhi konsumen secara langsung ataupun tidak langsung dalam menganbil keputusan untuk membeli produk Anda, dalam hal ini adalah “sales force” dan “contack person” (termasuk respsionis).  Artinya kualitas individu yang mempengaruhi persepsi tentang kualitas (image), yaitu “Who will deliver ?”
       Large Q: Kualitas lain yang mempengaruhi suatu pembuatan produk dan menentukan persepsi kualitas produk tersebut, dalam hal ini disebut infrastruktur  atau disebut “How will you deliver ?”


Kuliah 5 PRINSIP MEMBANGUN SEBUAH BISNIS YANG BERKELAS BINTANG


Kuliah 5

PRINSIP MEMBANGUN SEBUAH BISNIS YANG BERKELAS BINTANG

       Membangun bisnis membutuhkan konsep yang jelas
       seperti halnya membangun rumah, diawali dengan mencari kavling, suasana, arsitektur bangunan, budget dan lain-lain.
       Bisnis juga harus mempunyai platform dan visi yang jelas dengan didukung oleh strong emotional attachment (kekuatan mental dan pikiran) yang terus diasah sehingga semakin baik.

Apa sebenarnya konsep yang baik di dalam membangun  sebuah bisnis yang berkelas dunia ?
1.       Quality Concept 
2.       Strategi dan Konsep Manajemen
3.       Proses,  yaitu “How to Operate” 
4.       Konsep Marketing (Branding, Positioning dan Differentiation)

Quality Concept 
·         Perlu diketahui bahwa konsep kualitas itu bukan hanya untuk produk saja, tetapi setiap aktivitas, pendukung, hasil, sistem, orang dan lain-lain yang menentukan kadar kualitas suatu hasil ahir dari produk.

Strategi dan Konsep Manajemen
       Kualitas tanpa konsep dan strategi tidak akan terwujud karena tidak ada faktor pembanding dan cara untuk memenangkan persaingan. Banyak bisnis jatuh-bangun karena tidak ada faktor ini.

Proses, yaitu “How to Operate”
       Konsep kualitas, strategi dan managerial skill itu sangat penting.  Jadi, jika mimpi kita tidak  mampu diwujudkan dalam tindakan  yang nyata, maka itu tidak akan menghasilkan apa-apa, karena baru sampai pada tahap “blueprint”.

Konsep Marketing (Branding, Positioning & Differentiation)
       Item  1-3 mengeksplorasi konsep-konsep secara internal perusahaan dan belum ada “link and match” dengan pasar, persaingan, pesaing dan produk. Untuk itu,  Anda harus bisa memasarkan produk Anda dengan baik dan pada ahirnya Anda harus bisa mewujudkan nya sebaik Anda memasarkannya.


QUALITY CONCEPT


APA ITU KUALITAS ?
       Banyak enterpreneur muda yang mengartikan konsep kualitas hanya untuk produk, padahal konsep kualitas dalam enterpreneurship itu multi aspek dan multi dimensi.
       Kualitas itu bukan sekedar fungsi atau sejenisnya, melainkan lebih dari itu. Kualitas merupakan satu kesatuan yang menyatu antara orang (SDM), produk dan manajemen termasuk aspek yang dilihat, dirasakan dan didengar oleh seluruh indra calon pelanggan Anda.
       Menyatunya kualitas produk, orang yang membawanya dan infrastruktur yang mendukungnya akan menetukan persepsi kualitas dari pelanggan atau calon pelanggan produk atau jasa bisnis Anda.
        Kualitas merupakan pijakan paling dasar dari strategi membangun bisnis yang berkelas. Jika Anda ingin memasuki sebuah tempat atau rumah, kualitas adalah tampak depan, suasana, layout, taman bahkan kicauan burungnya yang merdu.
       Kualitas merupakan pintu gerbang pikiran orang didalam menilai suatu hubungan, baik dengan bisnis Anda atau dengan diri Anda sehingga terciptalah suatu persepsi tentang kualitas. 

APA ITU KUALITAS BAGI SEORANG PELANGGAN ...?

       Kualitas membutuhkan konsep, standarisasi, prosedur untuk mewujudkannya dalam bentuk SOP (Standard Operating Procedures), serta komitmen dan konsistensi dari ujung atas hingga yang paling bawah. Kualitas itu tergantung persepsi seseorang dan selalu berbeda di setiap pemikiran orang. Mereka mempunyai pola acuan tentang kualitas yang berbeda-beda, mungkin setiap waktu, tergantung dari pengalaman yang telah membekas pada pikiran mereka bahwa produk itulah yang berkualitas. Hal itu akan menjadi “Benchmark” tentang kualitas hingga suatu saat ia menemukan kembali kualitas yang lebih baik dari sebelumnya, lalu menjadikannya ‘benchmarking’ yang terbaru dan begitu seterusnya.
       Oleh karena itu bisnis akan selalu bergulir. Yang pertama belum tentu akan terus tumbuh, dan yang terahir belum tentu akan terlempar dari persaingan bisnis.
       “The first come,the first conquer!” and “The last would become a destroyer!”
       Anda perlu sebuah quality mapping yang berorientasi pada kualitas dari masing-masing pesaing produk Anda sebelum Anda masuk dan membuka bisnis Anda.

Mari kita lihat mengapa kita membeli suatu barang dari toko, supermaket, mal atau perusahaan. Contohnya Anda membeli :
       Radio
       Shampoo
       Handphone
       Motor, dan lain-lain

Menurut Anda, apa yang kita beli dari barang. Apakah anda membeli :
       Barangnya saja
       Fungsinya
       Kemasannya? Warnanya?
       Pegangannya yang enak?
       Orang penjualnya yang sudah terpercaya?
       Merknya? Reputasinya?
       Perusahaan dengan pelayanan yang bagus, sekalipun merknya baru bagi Anda?
       Harganya? Murah? Terjangkau? Fair?
       Daya tahannya?
       Jaminan dari perusahaan?

       Satu atau lebih dari alasan di atas bisa membuat Anda membeli.  Itulah proses pemikiran pelanggan dalam menilai suatu barang. Sadarilah bahwa kualitas itu mempunyai level dan setiap level kualitas menentukan “pricing policy” atau kebijakan harga, segmen pasar dan status sosial dari setiap pembeli.

LEVEL of QUALITY
       Yang dibeli oleh pelanggan tergantung dari standarisasi kualitas yang ada di pasar serta arah perubahan kualitas yang bakal terjadi (“Change Driver”) sebagai pola perubahan persaingan di pasar, karena pasar selalu dianggap oleh seorang innovator sebagai “pasar yang tidak sempurna”.

KULIAH 4 PELUANG ITU MUNCUL, KARENA ANDA BERBEDA DENGAN YANG LAIN. “THINK AND LOOK DIFFERENTL


KULIAH 4

PELUANG ITU MUNCUL, KARENA ANDA BERBEDA DENGAN YANG LAIN. “THINK AND LOOK DIFFERENTLY”

       Peluang hampir ada di setiap saat dalam kehidupan kita sehari-hari, baik sejak bangun pagi sehingga larut malam. Peluang itu dapat muncul di dalam berbagai bentuk, tergantung cara kita melihatnya.
       Sebagai contoh : Kita melihat suatu produk, sebut saja pensil. Bagi seseorang yang mengetahui seluk beluknya, maka ini adalah sebuah peluang, karena ia melihatnya dengan pola pikir “ketidaksempurnaan”, lalu menemukan kelemahan dan mengetahui bahwa produk itu kurang sempurna. Tetapi, yang penting ialah bukan sekadar cara melihat atau memandang suatu hal, melainkan bagaimana sesuatu ketidaksempurnaan itu bisa berubah menjadi peluang yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar. Kemudian, mulailah mengeksplorasi apakah peluang itu adalah peluang emas atau tidak.

Peluang Anda akan menjadi peluang emas (prospektif) bila mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
       Sedang dibutuhkan oleh pasar.
       Memecahkan kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi pasar.
       Menyempurnakan yang sebelumnya.
       Benar-benar beda dan ada nilai tambahnya.
       Temuan yang orisinil (inovatif).
       Memberi keuntungan yang nyata.
       Ada unsur yang dibanggakan oleh Anda/pembeli.
       Yang pasti, bisa Anda wujudkan.
Namun, orang banyak mencari peluang emasnya hanya dengan bertanya kepada orang-rang atau para pelaku bisnis. Mereka bertanya, “Saya ingin membuka suatu usaha (menjadi entrepreneur), tolong beri tahu, peluang apa yang menjaminkan?” Dan, jawabannya pun biasanya adalah, “Belum ada”, “Tidak tahu”, dan lain sebagainya. Ingatlah bahwa peluang itu harus Anda ciptakan, dan pebisnis itu cenderung “egois” bagi orang lain.


Dari Mana Anda Mendapatkan Peluang?
Konsep mudah menemukan dan menciptakan peluang, yaitu :
1.     Awali dengan melihat sesuatu itu dengan “teori ketidaksempurnaan”, bahwa apa yang Anda lihat adalah tidak sempurna. Oleh karena itu ada peluang untuk menyempurnakannya.
2.     Gunakanlah inspirasi, bahwa peluang itu adalah :
§  Merebut pasar dari pesaing (intersection)
§  Meggantikan pisisi yang ada dari pesaing (replacement)
§  Mengisi kekosongan dari celah pesaingan (filter)
§  Megahancurkan market leader (destroyer)
§  Melengkapi ketidaksempurnaan pasar (compatible—hulu ke hilir)
3.     Setelah Anda berhasil menemukan beberapa alternatif peluang dari diri Anda, maka buatlah daftar peluang itu.
4.     Pilihlah peluang yang paling berpotensi bagi Anda untuk Anda ciptakan kemudian piih yang kedua dan ketiga (maksimal 3). Pasanglah peluang pertama sebagai peluang emas bagi Anda.
5.     Buatlah spanduk, coretan di kertas ukuran besar dengan kertas karton atau manila atau kain yang berisi peluang Anda itu. Pasanglah di tempat dimana Anda dapat selalu membacanya, bahkan ketika Anda ingin tidur.
6.     Tambahkan kata-kata yang memotivasi Anda, seperti visi dan motto hidup Anda.
7.     Mulailah mengambil keputusan yang “smart” tanpa menjadi orag yang bodoh (risk taker). Jadilah risk manager bagi diri Anda (seperti finacial comsultant).
8.     Janganlah takut untuk mencoba dan terus mencoba. Ketakutan itu hanyalah presepsi di pikiran Anda atau mitos-mitos yang salah yang selalu menghantui Anda. Itu adalah “setan” yang menghambat kesuksesan Anda.
9.     Ciptakanlah kesuksesan-kesuksesan kecil terlebih dahulu untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda, kemudian teruslah berkreasi, berinovasi, dan bertahan. Maka, tinggallah waktu yang menentukan kesuksesan Anda.

KEGAGALAN SEBUAH PELUANG

Banyak orang yang ingin berbisnis, bahkan sudah memutuskan bisnis apa, namun ketika peluang sudah di depan mata itu dilihat, dipikirkan, dan terus dipelajari, orang lain sudah berlari kencang mendahuluinya. Peluang pun gagal didapat. Anda harus mempunyai konsep dan pengetahuan tentang “Smart Entrepreneur” yang terasah, sehingga mempunyai Insting dan intuisi yang tajam memanfaatkan peluang. Kegagalan sebuah peluang bisa bersumber dari berbagai hal, antara lain :
1.       Tidak segera mengambil keputusan
      Peluang itu lewat begitu saja, terkadang Anda mengetahuinya, atau bahkan tidak.
2.       Waktunya sudah lewat (kadaluawarsa)-tidak efektif lagi
      Peluang itu bisa memiliki waktu dan masa. Terkadang lama, bisa juga singkat. Jadi, Anda juga perlu melihat apakah Anda harus mengambil keputusan sekarang atau nanti.
3.       Survei tidak akurat, hanya presepsi Anda saja
      Terkadang Anda telah siap, waktu juga tepat, namun survei yang dilakukan tidak akurat. Ini akan membuat peluang menjadi meleset. Ternyata apa yang diperkirakan salah dan tidak sesuai.
4.       Diambil orang
      Ingat bahwa banyak orang yang berpikir sama. Jadi, jangan menganggap bahwa Anda adalah orang pertama, sehingga tenang-tenang saja. Pesaing akan segera mengambil kesempatan.
5.       Tidak anda strategi yang jelas beserta konsepnya
      Hal ini mengakibatkan bisnis Anda “Layu sebelum berkembang”. Saat mendapatkan sebuah peluang, memang rasanya luar biasa. Namun, lebih sulit ialah mewujudan impian Anda Jadi.

Peluang itu bagaikan bola api, Yang datang tiba-tiba dan pergi tanpa pamit.
Andalah yang harus meraihnya!

Peluang juga seperti biji, yang membutuhkan iklim, tanah, cuaca, dan lingkungan yang baik. Anda membutuhkan strategi dan taktik untuk membuat biji itu tetap tumbuh dengan baik. Anda membutuhkan keteguhan hati untuk tetap menyirami, menjaganya dari predator (pesaing) Anda agar biji itu tidak rusak.
 
“Be a SMARTER, not HARDER”.

Kita mungkin tidak terlahir sebagai orang yang brilian atau sangat kreatif, namun dengan belajar dan berlatih kita bisa menjadi orang yang cerdik dan kreatif. 
Being creative is sooo fun!!!