Kuliah 5
PRINSIP MEMBANGUN SEBUAH BISNIS YANG BERKELAS
BINTANG
•
Membangun
bisnis membutuhkan konsep yang jelas
•
seperti
halnya membangun rumah, diawali dengan mencari kavling, suasana, arsitektur
bangunan, budget dan lain-lain.
•
Bisnis
juga harus mempunyai platform dan visi yang jelas dengan didukung oleh strong
emotional attachment (kekuatan mental dan pikiran) yang terus diasah sehingga
semakin baik.
Apa sebenarnya
konsep yang baik di dalam membangun
sebuah bisnis yang berkelas dunia ?
1.
Quality
Concept
2.
Strategi
dan Konsep Manajemen
3.
Proses, yaitu “How to Operate”
4.
Konsep
Marketing (Branding, Positioning dan Differentiation)
Quality
Concept
·
Perlu
diketahui bahwa konsep kualitas itu bukan hanya untuk produk saja, tetapi
setiap aktivitas, pendukung, hasil, sistem, orang dan lain-lain yang menentukan
kadar kualitas suatu hasil ahir dari produk.
Strategi dan
Konsep Manajemen
•
Kualitas
tanpa konsep dan strategi tidak akan terwujud karena tidak ada faktor
pembanding dan cara untuk memenangkan persaingan. Banyak bisnis jatuh-bangun
karena tidak ada faktor ini.
Proses, yaitu “How
to Operate”
•
Konsep
kualitas, strategi dan managerial skill itu sangat penting. Jadi, jika mimpi kita tidak mampu diwujudkan dalam tindakan yang nyata, maka itu tidak akan menghasilkan
apa-apa, karena baru sampai pada tahap “blueprint”.
Konsep Marketing
(Branding, Positioning & Differentiation)
•
Item 1-3 mengeksplorasi konsep-konsep secara
internal perusahaan dan belum ada “link and match” dengan pasar, persaingan,
pesaing dan produk. Untuk itu, Anda
harus bisa memasarkan produk Anda dengan baik dan pada ahirnya Anda harus bisa
mewujudkan nya sebaik Anda memasarkannya.
QUALITY CONCEPT
APA ITU KUALITAS ?
•
Banyak
enterpreneur muda yang mengartikan konsep kualitas hanya untuk produk, padahal
konsep kualitas dalam enterpreneurship itu multi aspek dan multi dimensi.
•
Kualitas
itu bukan sekedar fungsi atau sejenisnya, melainkan lebih dari itu. Kualitas
merupakan satu kesatuan yang menyatu antara orang (SDM), produk dan manajemen
termasuk aspek yang dilihat, dirasakan dan didengar oleh seluruh indra calon
pelanggan Anda.
•
Menyatunya
kualitas produk, orang yang membawanya dan infrastruktur yang mendukungnya akan
menetukan persepsi kualitas dari pelanggan atau calon pelanggan produk atau
jasa bisnis Anda.
•
Kualitas
merupakan pijakan paling dasar dari strategi membangun bisnis yang berkelas.
Jika Anda ingin memasuki sebuah tempat atau rumah, kualitas adalah tampak depan,
suasana, layout, taman bahkan kicauan burungnya yang merdu.
•
Kualitas
merupakan pintu gerbang pikiran orang didalam menilai suatu hubungan, baik
dengan bisnis Anda atau dengan diri Anda sehingga terciptalah suatu persepsi
tentang kualitas.
APA ITU KUALITAS
BAGI SEORANG PELANGGAN ...?
•
Kualitas
membutuhkan konsep, standarisasi, prosedur untuk mewujudkannya dalam bentuk SOP
(Standard Operating Procedures), serta komitmen dan konsistensi dari ujung atas
hingga yang paling bawah. Kualitas itu tergantung persepsi seseorang dan selalu
berbeda di setiap pemikiran orang. Mereka mempunyai pola acuan tentang kualitas
yang berbeda-beda, mungkin setiap waktu, tergantung dari pengalaman yang telah
membekas pada pikiran mereka bahwa produk itulah yang berkualitas. Hal itu akan
menjadi “Benchmark” tentang kualitas hingga suatu saat ia menemukan kembali
kualitas yang lebih baik dari sebelumnya, lalu menjadikannya ‘benchmarking’
yang terbaru dan begitu seterusnya.
•
Oleh
karena itu bisnis akan selalu bergulir. Yang pertama belum tentu akan terus
tumbuh, dan yang terahir belum tentu akan terlempar dari persaingan bisnis.
•
“The
first come,the first conquer!” and “The last would become a destroyer!”
•
Anda
perlu sebuah quality mapping yang berorientasi pada kualitas dari masing-masing
pesaing produk Anda sebelum Anda masuk dan membuka bisnis Anda.
Mari kita lihat
mengapa kita membeli suatu barang dari toko, supermaket, mal atau perusahaan.
Contohnya Anda membeli :
•
Radio
•
Shampoo
•
Handphone
•
Motor,
dan lain-lain
Menurut Anda, apa yang
kita beli dari barang. Apakah anda membeli :
•
Barangnya
saja
•
Fungsinya
•
Kemasannya?
Warnanya?
•
Pegangannya
yang enak?
•
Orang
penjualnya yang sudah terpercaya?
•
Merknya?
Reputasinya?
•
Perusahaan
dengan pelayanan yang bagus, sekalipun merknya baru bagi Anda?
•
Harganya?
Murah? Terjangkau? Fair?
•
Daya
tahannya?
•
Jaminan
dari perusahaan?
•
Satu
atau lebih dari alasan di atas bisa membuat Anda membeli. Itulah proses pemikiran pelanggan dalam
menilai suatu barang. Sadarilah bahwa kualitas itu mempunyai level dan setiap
level kualitas menentukan “pricing policy” atau kebijakan harga, segmen pasar
dan status sosial dari setiap pembeli.
LEVEL of QUALITY
•
Yang
dibeli oleh pelanggan tergantung dari standarisasi kualitas yang ada di pasar
serta arah perubahan kualitas yang bakal terjadi (“Change Driver”) sebagai pola
perubahan persaingan di pasar, karena pasar selalu dianggap oleh seorang
innovator sebagai “pasar yang tidak sempurna”.
No comments:
Post a Comment