Wednesday, June 5, 2013

Kuliah 5 PRINSIP MEMBANGUN SEBUAH BISNIS YANG BERKELAS BINTANG


Kuliah 5

PRINSIP MEMBANGUN SEBUAH BISNIS YANG BERKELAS BINTANG

       Membangun bisnis membutuhkan konsep yang jelas
       seperti halnya membangun rumah, diawali dengan mencari kavling, suasana, arsitektur bangunan, budget dan lain-lain.
       Bisnis juga harus mempunyai platform dan visi yang jelas dengan didukung oleh strong emotional attachment (kekuatan mental dan pikiran) yang terus diasah sehingga semakin baik.

Apa sebenarnya konsep yang baik di dalam membangun  sebuah bisnis yang berkelas dunia ?
1.       Quality Concept 
2.       Strategi dan Konsep Manajemen
3.       Proses,  yaitu “How to Operate” 
4.       Konsep Marketing (Branding, Positioning dan Differentiation)

Quality Concept 
·         Perlu diketahui bahwa konsep kualitas itu bukan hanya untuk produk saja, tetapi setiap aktivitas, pendukung, hasil, sistem, orang dan lain-lain yang menentukan kadar kualitas suatu hasil ahir dari produk.

Strategi dan Konsep Manajemen
       Kualitas tanpa konsep dan strategi tidak akan terwujud karena tidak ada faktor pembanding dan cara untuk memenangkan persaingan. Banyak bisnis jatuh-bangun karena tidak ada faktor ini.

Proses, yaitu “How to Operate”
       Konsep kualitas, strategi dan managerial skill itu sangat penting.  Jadi, jika mimpi kita tidak  mampu diwujudkan dalam tindakan  yang nyata, maka itu tidak akan menghasilkan apa-apa, karena baru sampai pada tahap “blueprint”.

Konsep Marketing (Branding, Positioning & Differentiation)
       Item  1-3 mengeksplorasi konsep-konsep secara internal perusahaan dan belum ada “link and match” dengan pasar, persaingan, pesaing dan produk. Untuk itu,  Anda harus bisa memasarkan produk Anda dengan baik dan pada ahirnya Anda harus bisa mewujudkan nya sebaik Anda memasarkannya.


QUALITY CONCEPT


APA ITU KUALITAS ?
       Banyak enterpreneur muda yang mengartikan konsep kualitas hanya untuk produk, padahal konsep kualitas dalam enterpreneurship itu multi aspek dan multi dimensi.
       Kualitas itu bukan sekedar fungsi atau sejenisnya, melainkan lebih dari itu. Kualitas merupakan satu kesatuan yang menyatu antara orang (SDM), produk dan manajemen termasuk aspek yang dilihat, dirasakan dan didengar oleh seluruh indra calon pelanggan Anda.
       Menyatunya kualitas produk, orang yang membawanya dan infrastruktur yang mendukungnya akan menetukan persepsi kualitas dari pelanggan atau calon pelanggan produk atau jasa bisnis Anda.
        Kualitas merupakan pijakan paling dasar dari strategi membangun bisnis yang berkelas. Jika Anda ingin memasuki sebuah tempat atau rumah, kualitas adalah tampak depan, suasana, layout, taman bahkan kicauan burungnya yang merdu.
       Kualitas merupakan pintu gerbang pikiran orang didalam menilai suatu hubungan, baik dengan bisnis Anda atau dengan diri Anda sehingga terciptalah suatu persepsi tentang kualitas. 

APA ITU KUALITAS BAGI SEORANG PELANGGAN ...?

       Kualitas membutuhkan konsep, standarisasi, prosedur untuk mewujudkannya dalam bentuk SOP (Standard Operating Procedures), serta komitmen dan konsistensi dari ujung atas hingga yang paling bawah. Kualitas itu tergantung persepsi seseorang dan selalu berbeda di setiap pemikiran orang. Mereka mempunyai pola acuan tentang kualitas yang berbeda-beda, mungkin setiap waktu, tergantung dari pengalaman yang telah membekas pada pikiran mereka bahwa produk itulah yang berkualitas. Hal itu akan menjadi “Benchmark” tentang kualitas hingga suatu saat ia menemukan kembali kualitas yang lebih baik dari sebelumnya, lalu menjadikannya ‘benchmarking’ yang terbaru dan begitu seterusnya.
       Oleh karena itu bisnis akan selalu bergulir. Yang pertama belum tentu akan terus tumbuh, dan yang terahir belum tentu akan terlempar dari persaingan bisnis.
       “The first come,the first conquer!” and “The last would become a destroyer!”
       Anda perlu sebuah quality mapping yang berorientasi pada kualitas dari masing-masing pesaing produk Anda sebelum Anda masuk dan membuka bisnis Anda.

Mari kita lihat mengapa kita membeli suatu barang dari toko, supermaket, mal atau perusahaan. Contohnya Anda membeli :
       Radio
       Shampoo
       Handphone
       Motor, dan lain-lain

Menurut Anda, apa yang kita beli dari barang. Apakah anda membeli :
       Barangnya saja
       Fungsinya
       Kemasannya? Warnanya?
       Pegangannya yang enak?
       Orang penjualnya yang sudah terpercaya?
       Merknya? Reputasinya?
       Perusahaan dengan pelayanan yang bagus, sekalipun merknya baru bagi Anda?
       Harganya? Murah? Terjangkau? Fair?
       Daya tahannya?
       Jaminan dari perusahaan?

       Satu atau lebih dari alasan di atas bisa membuat Anda membeli.  Itulah proses pemikiran pelanggan dalam menilai suatu barang. Sadarilah bahwa kualitas itu mempunyai level dan setiap level kualitas menentukan “pricing policy” atau kebijakan harga, segmen pasar dan status sosial dari setiap pembeli.

LEVEL of QUALITY
       Yang dibeli oleh pelanggan tergantung dari standarisasi kualitas yang ada di pasar serta arah perubahan kualitas yang bakal terjadi (“Change Driver”) sebagai pola perubahan persaingan di pasar, karena pasar selalu dianggap oleh seorang innovator sebagai “pasar yang tidak sempurna”.

No comments:

Post a Comment