K E W I R A U S A H A A N
Tujuan
Umum Mata Kuliah Kewirausahaan :
•
Mahasiswa berpikir kritis, kreatif, sistemik , ilmiah, berwawasan luas, dan memiliki etos kerja.
•
Mahasiswa memiliki semangat berwirausaha dan jiwa bisnis.
•
Mahasiswa memliki kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan untuk
memulai dan mengembangkan bisnis.
•
Mahasiswa memiliki kesadaran untuk merubah budaya mencari kerja menjadi
budaya menciptakan kerja dan menciptakan lapangan kerja.
•
Memiliki kesadaran melakukan perubahan dengan melahirkan kemampuan dan
memiliki cita-cita yang tinggi.
Tujuan
khusus MK Kewirausahaan :
•
Agar memiliki minat kemauan dan kemampuan menjadi wirausahawan
•
Agar termotivasi untuk mendirikan usaha, terutama usaha kecil dan
menengah
•
Agar memahami teknik mendirikan usaha, membaca peluang usaha dan
menjalankan usaha secara profesional
•
Mampu merancang rencana wirausaha kedepan dimulai dari sekarang.
KULIAH 1
MENJADI WIRAUSAHA
Pengertian Kewirausahaan
•
Kata
entrepreneurship yang dahulunya sering diterjemahkan dengan kata kewiraswastaan akhir-akhir ini diterjemahkan
dengan kata kewirausahaan.
•
Entrepreneur
berasal dari bahasa Perancis yaitu entreprendre yang artinya
memulai atau melaksanakan.
•
Wiraswasta/wirausaha
berasal dari kata bahasa Sansekerta : Wira : utama, gagah berani, luhur;
swa : sendiri; sta : berdiri; usaha : kegiatan produktif
•
Dari asal
kata tersebut, wiraswasta pada mulanya ditujukan pada orang-orang yang dapat
berdiri sendiri.
•
Di
Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak
bekerja pada sektor pemerintah yaitu;
para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta,
sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha sendiri.
Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri
Kewirausahaan /
entrepreneurship
•
Entrepreneurship
is the process of creating something different with value by devoting the
necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and
social risk, and receiving the resulting rewards of monetary and personal
satisfaction and independence
•
Kewirausahaan
adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan
kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta
kebebasan pribadi
Hisrich, Peters,
dan Sheperd mendifinisikan :
•
“Kewirausahaan
adalah proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan
upaya yang diperlukan, menanggung risiko keuangan, fisik, serta risiko sosial
yang mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan
kebebasan pribadi”.
•
Seorang wirausahawan harus memiliki kemampuan yang kreatif dan inovatif dlm menemukan dan menciptakan berbagai ide.
Setiap pikiran dan langkah wirausahawan adalah Bisnis.
KATA KUNCI DARI KEWIRAUSAHAAN ADALAH :
•
Pengambilan
resiko
•
Menjalankan
usaha sendiri
•
Memanfaatkan
peluang-peluang
•
Menciptakan
usaha baru
•
Pendekatan
yang inovatif
•
Mandiri
(misal; tidak bergantung pada bantuan pemerintah)
Dalam Instruksi
Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan
Nasional memasyarakatkan Kewirausahaan, dikemukakan bahwa :
•
Kewirausahaan
adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan
cara kerja, teknologi dan produksi baru dengan meningkatkan efisiensi dalam
rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang
lebih besar
Perlu ditegaskan,
pelaku kewirausahaan bukan hanya pebisnis, melainkan mencakup semua profesi
yang didasari jiwa Wirausaha atau Entrepreneur. Ir. Ciputra – pengusaha,
membagi Wirausaha menjadi 4 kelompok yang dimodifikasi urutannya sehingga
dihimpun dalam akronim BAGS, yaitu :
1. Business
Entrepreneur
·
Owner
Entrepreneur : Pencipta dan Pemilik
bisnis. Contoh : Bill Gates
·
Professional
Entrepreneur : Orang yang memiliki daya
Wirausaha namun mempraktekkannya di perusahaan milik orang lain. Walaupun
merupakan orang gajian, tetapi pola pikir tetap seperti Entrepreneur sejati.
Contoh : President Director perusahaan-perusahaan terkemuka
2. Academic
Entrepreneur
§ Akademisi yang mengajar di lembaga pendidikan
atau mengelola lembaga pendidikan dengan pola dan gaya Entrepreneur sambil
tetap menjaga tujuan mulia pendidikan
3. Government
Entrepreneur
§ Seseorang atau sekelompok orang yang memimpin
serta mengelola lembaga negara atau instansi pemerintahan dengan jiwa dan
kecakapan wirausaha. Contoh : Lee Kuan Yeuw
4. Social
Entrepreneur
§ Pendiri dan pengelola organisasi-organisasi
sosial yang berhasil menghimpun dana masyarakat untuk melaksanakan tugas-tugas
sosial
JUMLAH
WIRAUSAHA RI Naik Jadi 1,56%
•
Jumlah
wirausahawan melonjak tajam dari 0,24% menjadi 1,56% dari jumlah penduduk.
Kemenkop optimistis 2014 pertumbuhan wirausaha ke titik ideal minimal 2% dapat
tercapai.
•
"Awalnya
data yang kita miliki hanya 0,18% pengusaha yang ada. Tiga tahun lalu kita
dapat angka 0,24% dan terakhir Januari 2012 jumlahnya sudah menjadi
1,56% penduduk Indonesia menjadi wirausaha," kata Agus Muharram,
Deputi Menkop dan UKM bidang Pengembangan SDM, Kemenkop & UKM, Sabtu
3 Maret 2012.
•
Agus
Muharram optimistis usaha mencapai tingkat ideal minimal 2% pengusaha itu cepat
tercapai jika masalah-masalah dalam pengembangan entrepreneurship di tanah air
cepat teratasi.
•
Indonesia
tertinggal jauh dari negara Asia lain seperti China dan Jepang dengan jumlah
wirausahawan 10% dari total populasi, Malaysia 5%, dan Singapura 7%. Terlebih
lagi Amerika, > 12% penduduk menjadi entrepreneur.
•
Padahal
menurut Ciputra, pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship
Center (UCEC) untuk membangun ekonomi bangsa dibutuhkan minimal 2% wirausahawan
dari keseluruhan populasi.
•
Agus
mengatakan kalangan pemuda di Indonesia terbiasa hidup di zona nyaman karena
berkah yang dimiliki dengan sumber daya alam ( SDA) yang berlimpah. Sementara
SDA itu harus diolah agar memiliki manfaat dan nilai tambah yang tinggi.
•
Sedangkan
di negara tetangga dan belahan negri lain karena sumber daya alam yang terbatas
maka kalangan pemudanya ditantang berkreasi untuk mengatasi keterbatasannya
•
"Masalah
yang kita hadapi utamanya adalah minimnya yang memiliki mental wirausaha atau
mental juara untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Selain itu
besarnya jumlah penduduk, kondisi geografis, akses modal dan penguasaan atas
tekhnologi yang terbatas dan soal pemasaran masih jadi hambatan
pengembangan entrepreneurship di tanah air," jelasnya.
Membangun jiwa
entrepreneur
•
Bisnis
akan berjalan lebih baik manakala pebisnisnya memiliki jiwa Entrepreneur atau
semangat Wirausaha. Untuk membangun jiwa Wirausaha dapat dilakukan dengan cara
mempelajari makna kewirausahaan (Entrepreneurship) dan berusaha memiliki
karakteristik Entrepreneur.
Terdapat empat
ciri yang dimiliki oleh seorang wirausahawan, yaitu :
1.
Proses
berkreasi yakni mengkreasikan
sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Penambahan nilai ini tidak hanya
diakui wirausahawan semata, tapi juga oleh konsumen yang menggunakan hasil
kreasi tersebut.
2.
Komitmen
yang tinggi terhadap
penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian
yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan
timbul dalam kewirausahaan.
3.
Memperkirakan
resiko yang mungkin timbul.
Dalam kondisi ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan,
fisik dan resiko sosial.
4.
Memperoleh reward. Dalam hal ini
reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti
dengan kepuasan pribadi, sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai
suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.
No comments:
Post a Comment