Wednesday, June 5, 2013

MENJADI WIRAUSAHA


K E W I R A U S A H A A N



Tujuan Umum Mata Kuliah Kewirausahaan :
       Mahasiswa berpikir kritis, kreatif, sistemik , ilmiah, berwawasan luas, dan memiliki etos kerja.
       Mahasiswa memiliki semangat berwirausaha dan jiwa bisnis.
       Mahasiswa memliki kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan untuk memulai dan mengembangkan bisnis.
       Mahasiswa memiliki kesadaran untuk merubah budaya mencari kerja menjadi budaya menciptakan kerja dan menciptakan lapangan kerja.
       Memiliki kesadaran melakukan perubahan dengan melahirkan kemampuan dan memiliki cita-cita yang tinggi.

Tujuan khusus MK Kewirausahaan :
       Agar memiliki minat kemauan dan kemampuan menjadi wirausahawan
       Agar termotivasi untuk mendirikan usaha, terutama usaha kecil dan menengah
       Agar memahami teknik mendirikan usaha, membaca peluang usaha dan menjalankan usaha secara profesional
       Mampu merancang rencana wirausaha kedepan dimulai dari sekarang.  


KULIAH 1
MENJADI WIRAUSAHA

Pengertian Kewirausahaan
       Kata entrepreneurship yang dahulunya sering diterjemahkan dengan kata  kewiraswastaan akhir-akhir ini diterjemahkan dengan kata  kewirausahaan.
       Entrepreneur berasal dari bahasa Perancis yaitu entreprendre yang artinya memulai atau melaksanakan.
       Wiraswasta/wirausaha berasal dari kata bahasa Sansekerta : Wira : utama, gagah berani, luhur; swa : sendiri; sta : berdiri; usaha : kegiatan produktif
       Dari asal kata tersebut, wiraswasta pada mulanya ditujukan pada orang-orang yang dapat berdiri sendiri.
       Di Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor pemerintah  yaitu; para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha sendiri. Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri

Kewirausahaan / entrepreneurship
       Entrepreneurship is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and social risk, and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence
       Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi

Hisrich, Peters, dan Sheperd mendifinisikan :
       “Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang baru pada nilai menggunakan waktu dan upaya yang diperlukan, menanggung risiko keuangan, fisik, serta risiko sosial yang mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan kebebasan pribadi”.

       Seorang wirausahawan harus memiliki kemampuan yang kreatif dan inovatif dlm menemukan dan menciptakan berbagai ide. Setiap pikiran dan langkah wirausahawan adalah Bisnis.

KATA KUNCI DARI KEWIRAUSAHAAN ADALAH :

       Pengambilan resiko
       Menjalankan usaha sendiri
       Memanfaatkan peluang-peluang
       Menciptakan usaha baru
       Pendekatan yang inovatif
       Mandiri (misal; tidak bergantung pada bantuan pemerintah)

Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan Nasional memasyarakatkan Kewirausahaan, dikemukakan bahwa :
       Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar

Perlu ditegaskan, pelaku kewirausahaan bukan hanya pebisnis, melainkan mencakup semua profesi yang didasari jiwa Wirausaha atau Entrepreneur. Ir. Ciputra – pengusaha, membagi Wirausaha menjadi 4 kelompok yang dimodifikasi urutannya sehingga dihimpun dalam akronim BAGS, yaitu :

1.       Business Entrepreneur
·         Owner Entrepreneur :  Pencipta dan Pemilik bisnis. Contoh : Bill Gates
·         Professional Entrepreneur :  Orang yang memiliki daya Wirausaha namun mempraktekkannya di perusahaan milik orang lain. Walaupun merupakan orang gajian, tetapi pola pikir tetap seperti Entrepreneur sejati. Contoh : President Director perusahaan-perusahaan terkemuka
2.       Academic Entrepreneur
§  Akademisi yang mengajar di lembaga pendidikan atau mengelola lembaga pendidikan dengan pola dan gaya Entrepreneur sambil tetap menjaga tujuan mulia pendidikan
3.       Government Entrepreneur
§  Seseorang atau sekelompok orang yang memimpin serta mengelola lembaga negara atau instansi pemerintahan dengan jiwa dan kecakapan wirausaha. Contoh : Lee Kuan Yeuw
4.       Social Entrepreneur
§  Pendiri dan pengelola organisasi-organisasi sosial yang berhasil menghimpun dana masyarakat untuk melaksanakan tugas-tugas sosial

JUMLAH WIRAUSAHA RI Naik Jadi 1,56%

       Jumlah wirausahawan melonjak tajam dari 0,24% menjadi 1,56% dari jumlah penduduk. Kemenkop optimistis 2014 pertumbuhan wirausaha ke titik ideal minimal 2% dapat tercapai.
        "Awalnya data yang kita miliki hanya 0,18% pengusaha yang ada. Tiga tahun lalu kita dapat angka 0,24% dan terakhir Januari  2012 jumlahnya  sudah menjadi 1,56% penduduk Indonesia menjadi wirausaha," kata Agus Muharram,  Deputi Menkop dan UKM bidang Pengembangan SDM,  Kemenkop & UKM, Sabtu 3 Maret 2012. 
        Agus Muharram optimistis usaha mencapai tingkat ideal minimal 2% pengusaha itu cepat tercapai jika masalah-masalah dalam pengembangan entrepreneurship di tanah air cepat teratasi.
        Indonesia tertinggal jauh dari negara Asia lain seperti China dan Jepang dengan jumlah wirausahawan 10% dari total populasi, Malaysia 5%, dan Singapura 7%. Terlebih lagi Amerika, > 12% penduduk menjadi entrepreneur.
        Padahal menurut Ciputra, pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) untuk membangun ekonomi bangsa dibutuhkan minimal 2% wirausahawan dari keseluruhan populasi.
        Agus mengatakan kalangan pemuda di Indonesia terbiasa hidup di zona nyaman karena berkah yang dimiliki dengan sumber daya alam ( SDA) yang berlimpah. Sementara SDA itu harus diolah agar memiliki manfaat dan nilai tambah yang tinggi.
        Sedangkan di negara tetangga dan belahan negri lain karena sumber daya alam yang terbatas maka kalangan pemudanya ditantang berkreasi untuk mengatasi keterbatasannya
        "Masalah yang kita hadapi utamanya adalah minimnya yang memiliki mental wirausaha atau mental juara untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Selain itu besarnya jumlah penduduk, kondisi geografis, akses modal dan penguasaan atas tekhnologi yang terbatas dan soal  pemasaran masih jadi hambatan pengembangan entrepreneurship di tanah air," jelasnya.

Membangun jiwa entrepreneur
       Bisnis akan berjalan lebih baik manakala pebisnisnya memiliki jiwa Entrepreneur atau semangat Wirausaha. Untuk membangun jiwa Wirausaha dapat dilakukan dengan cara mempelajari makna kewirausahaan (Entrepreneurship) dan berusaha memiliki karakteristik Entrepreneur.

Terdapat empat ciri yang dimiliki oleh seorang wirausahawan, yaitu :
1.       Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Penambahan nilai ini tidak hanya diakui wirausahawan semata, tapi juga oleh konsumen yang menggunakan hasil kreasi tersebut.
2.       Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.
3.       Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam kondisi ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko sosial.
4.       Memperoleh  reward. Dalam hal ini  reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi, sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.

No comments:

Post a Comment