Kuliah 6
LEVEL DARI KUALITAS
1.
Core of Quality (Kualitas Inti)
•
Level
kualitas ini adalah level inti dari kualitas yang merupakan minimal yang harus
dipenuhi oleh produsen atau penjual yang ingin menawarkan produknya kepada
konsumen didalam pasar tertentu.
•
Bila Anda
ingin membuat atau menjual suatu produk atau jasa, tetapi kualitas produk Anda
berada dibawah level inti ini, maka
disarankan jangan Anda tawarkan dulu. Sebaiknya di improve secara terus
menerus hingga Anda mampu membuat atau menawarkan produk atau jasa yang lebih
baik dari core of qulity atau kualitas inti yang baru dari kualitas untuk
ditawarkan.
•
Harga
juga berpengaruh pada kualitas yang akan
Anda tawarkan. Ibaratnya ada harga, ada barang. Justru sering terjadi kualitas
inti harga yang ditawarkan di atas harga pasar yang seharusnya bisa bersaing.
Untuk itu lakukan riset, survei dan membandingkan produk atau jasa Anda dengan
harga – harga yang ada di pasaran sesuai dengan kualitas yang sama (kualitas
menentukan segmentasi pasar)
Level kualitas inti
terdiri dari :
•
Produk
berjalan dengan baik secara fungsional. Misal : Mesin bor bisa untuk mengebor
sesuai dengan kegunaannya, baik untuk beton, besi atau kayu.
•
Spesifikasi
sesuai dengan yang benar-benar ada atau realitas produk. Terkadang produk bisa
berfungsi, tapi spesifikasi yang tertera pada label tidak sesuai sehingga
timbul complain dari pelanggan.
•
Kemasan.
Baik warna, packing, pegangan, beratnya atau pembungkusnya yang berupa plastik
kokoh dan bagus.
•
Level
kualitas inti ini akan sangat berpengaruh pada level harga yang bisa ditawarkan
kepada konsumen. Sebaiknya Anda bisa memenuhi kualitas inti ini untuk bisa
bersaing dengan produk sejenis.
Level kualitas inti
terdiri dari :
•
Produk
berjalan dengan baik secara fungsional. Misal : Mesin bor bisa untuk mengebor
sesuai dengan kegunaannya, baik untuk beton, besi atau kayu.
•
Spesifikasi
sesuai dengan yang benar-benar ada atau realitas produk. Terkadang produk bisa
berfungsi, tapi spesifikasi yang tertera pada label tidak sesuai sehingga
timbul complain dari pelanggan.
•
Kemasan.
Baik warna, packing, pegangan, beratnya atau pembungkusnya yang berupa plastik
kokoh dan bagus.
•
Level
kualitas inti ini akan sangat berpengaruh pada level harga yang bisa ditawarkan
kepada konsumen. Sebaiknya Anda bisa memenuhi kualitas inti ini untuk bisa
bersaing dengan produk sejenis.
2.
Marketable Quality
(Good Quality)
•
Setelah kualitas inti bisa dilampaui maka Anda
perlu memenuhi marketable quality, yaitu kualitas yang perlu ditambahkan dengan
maksud agar produk tersebut marketable atau ada nilai yang menjadi daya saing
produk Anda (competitive advantage), antara lain :
–
Menambah kualitas jaminan (assurance). Biasanya,
produk yang ada di pasar sulit berkembang pesat karena tidak ada unsur jaminan
kulitas untuk konsumen, misalnya:
–
Jaminan barang kembali bila produk tersebut rusak.
Jaminan purna jual, ini perlu branding, popularitas dan jaringan agen dan
sparepart yang murah dan terjangkau.
–
Jaminan kualitas dengan quality control system,
misalnya adanya ISO 9002, Qcoke atau CE dan sebagainya.
•
Untuk meningkatkan kualitas, diperlukan sistem dan
prosedur pengawasan mutu yang lebih baik pula, antara lain : Kaizen , Continuing Improvement dengan siklus
deming (Plan, Do, Check, Action, Improved), total quality management dan
lain-lain. Selalu berorientasi pada sistem mutu yang lebih baik agar bisnis
semakin berkembang.
•
Meningkatkan
strategi komunikasi tentang kualitas produk Anda lebih bagus.
•
Menambah manfaat untuk kualitas produk Anda diatas
kualitas inti, misalnya dengan tambahan pengantaran bebas biaya, co-branding
dengan produk lain, mempercepat cara kerjanya, accessibility dipermudah,
kualitas waktu pemakaian dan lain-lain.
3.
Expectation Quality
•
Setelah
produk dinyatakan bagus (good quality) yang mampu bersaing di pasar, kualitas
berikutnya adalah tambahan kualitas diluar fungsional yaitu emotional benefit
semisal gengsi, status, kebanggaan, memorable dan lain-lain.
•
Kualitas
ini bisa didapat setelah bisnis Anda berjalan sekian lama dengan sempurna dan
branding secara terus menerus lewat positioning dan differentiation yang tepat
sehingga bisa tercipta perubahan status pembeli dari sekedar transaksi menjadi
‘advocator’ atau ‘provocator’.
4.
Quality Excellence
•
Tahap
akhir tentang kualitas yaitu pencapaian kualitas yang mendekati zero defect dan
zero complain sehingga baik kualitas internal perusahaan dan produk
menyamai kualitas eksternalnya, yaitu
reputasi dan popularitasnya. Tahap ini sudah bebas dari segala kekurangan dan
kelemahan kualitas produk dalam jangka waktu yang panjang.
•
Kualitas
produk yang excellent (sangat sempurna) sangat sulit diraih, tetapi mungkin.
Pesaing pada kualitas ini adalah perusahaan multinasional yang sudah mendunia,
dimana perusahaan tersebut telah melalui masalah branding dan marketing. Unsur quantum
leaps sudah menjadi visi kualitas perusahaan ini di beberapa tahun
sebelumnya.
•
Bagi
pebisnis pemula, untuk memenuhi marketable quality saja sudah cukup sulit.
Seyogyanya tahap kualitas inti harus
bisa dilampauinya, karena kualitas inti adalah “The Basic of Quality Concept to
compete in the Market”.
QUALITY CONCEPT
There are three important
factors that create the key to Allianz’s success with its policyholders. The
first factor, is to be customer focused, and know well the customer’s
expectations. The second, is delivery, that is the capability to deliver
the product and service through an integrated concept of “customer service
behavior”. And the third factor, is effective processing, with the
objective of lessening complexity, attain rapid service, and find innovative
ways to reach out to the customers, (such as text messaging). Jens Reisch, President Director of Allianz Life Indonesia
Ada tiga faktor
penting yang membuat kunci sukses Allianz dengan pemegang polis. Faktor
pertama, adalah untuk menjadi pelanggan terfokus, dan kenal baik harapan
pelanggan. Yang kedua, adalah pengiriman, yaitu kemampuan untuk memberikan
produk dan layanan melalui konsep terpadu dari "perilaku layanan
pelanggan". Dan faktor ketiga, adalah pengolahan yang efektif, dengan
tujuan untuk mengurangi kompleksitas, mencapai pelayanan yang cepat, dan
menemukan cara inovatif untuk menjangkau para pelanggan, (seperti pesan teks).
QUALITY CONCEPT
•
Yang
dimaksud dengan konsep qualitas dalam enterpreneurship adalah konsep tentang
kualitas yang tidak hanya mengacu pada satu sisi saja, yaitu kualitas produk,
tetapi sisi manusianya juga, baik yang membuat, menjual atau yang melaksanakan
sistemnya, dimana setiap bagian mempunyai andil dalam mempengaruhi kualitas
produk.
Secara garis
besar, konsep kualitas dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
•
Little Q
: kualitas produk seperti apa yang akann Anda berikan kepada konsumen Anda? Konsep
kualitas ini disebut kualitas produk atau “What will you deliver?”
•
Big Q : kualitas orang atau personal yang
mempengaruhi konsumen secara langsung ataupun tidak langsung dalam menganbil
keputusan untuk membeli produk Anda, dalam hal ini adalah “sales force” dan
“contack person” (termasuk respsionis).
Artinya kualitas individu yang mempengaruhi persepsi tentang kualitas
(image), yaitu “Who will deliver ?”
•
Large Q:
Kualitas lain yang mempengaruhi suatu pembuatan produk dan menentukan persepsi
kualitas produk tersebut, dalam hal ini disebut infrastruktur atau disebut “How will you deliver ?”
No comments:
Post a Comment