KULIAH 2
BERPIKIR PERUBAHAN
"Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam
hidup, ubahlah perilaku Anda. Tetapi bila Anda menginginkan
perubahan yang besar dan mendasar, ubahlah pola pikir
Anda." - Stephen Covey
Pilih Jadi
Karyawan atau Entrepreneur?
•
Sebagian
orang menjawab jadi entrepreneur dirasa lebih enak, karena tidak terikat dengan
banyaknya peraturan seperti yang dialami para karyawan. Namun jangan salah, ada
pula sebagian orang yang memilih jadi karyawan untuk mendapatkan penghasilan
tetap dan resikonya lebih kecil. Alasan-alasan tersebut yang menjadi motivasi
diri seseorang, sebelum akhirnya mereka memutuskan jadi karyawan atau
entrepreneur. "
•
Menjadi
seorang karyawan maupun menjadi seorang entrepreneur, masing-masing memiliki
keuntungan dan resiko yang berbeda. Ada sebagian orang yang berani mengambil
resiko dengan memilih menjadi seorang entrepreneur, tapi ada juga sebagian
orang yang belum berani mengambil resiko dan memilih posisi aman dengan menjadi
seorang karyawan.
Entrepreneur
•
Semakin
hari jumlah entrepreneur semakin meningkat, hal ini menjadi salah satu bukti
bahwa entrepreneur merupakan pekerjaan menyenangkan dan memberikan peluang yang
menguntungkan bagi para pelakunya. Mengapa demikian? Sebab pekerjaan seorang
entrepreneur tidak dibatasi oleh waktu maupun aturan. Dengan menjadi seorang
entrepreneur, Anda bisa bebas menentukan pola kerja, bebas menentukan peluang usaha yang sesuai dengan minat dan bakat, bebas menentukan
target pendapatan yang diinginkan, serta bebas menentukan kebijakan yang
terbaik bagi usaha.
•
Berbagai peluang usaha yang dibangun, secara tidak langsung membantu
pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran yang semakin hari kian
meningkat. Dan yang lebih penting, kerja keras seorang entrepreneur juga dapat
menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan gaji seorang pegawai.
•
Namun menjadi
entrepreneur juga memiliki resiko yang tidak sedikit. Misalnya saja resiko
penghasilan tidak tetap, ada kalanya untung besar namun ada kalanya harus rugi
karena omset usaha menurun. Disamping itu, menjadi seorang pengusaha sukses juga tidak mudah, karena tidak ada jaminan pasti
bahwa semua orang yang memulai usaha bisa sukses. Butuh al dan strategi bisnisyang matang untuk memenangkan persaingan pasar yamodng
ada, karena dalam dunia bisnis persaingannya sudah sangat ketat.
Karyawan
•
Lain
halnya jika memilih menjadi seorang karyawan, Anda berada pada titik aman
karena resiko yang ditanggung tidak terlalu besar. Keuntungan menjadi seorang
karyawan antara lain, bisa mendapatkan gaji tetap, ada tambahan tunjangan
pensiun, serta memiliki status sosial di masyarakat karena jabatan yang Anda
miliki sebagai seorang karyawan di perusahaan tertentu.
•
Bukan
berarti menjadi seorang karyawan tidak memiliki resiko. Karyawan juga memiliki
resiko yang sewaktu-waktu menghadang, walaupun tidak sebesar resiko pelaku
usaha. Misalnya saja resiko terkena PHK, penghasilan yang pas-pasan, serta
terikat dengan peraturan perusahaan.
•
Resiko
lain yang sering terjadi pada karyawan yaitu munculnya kejenuhan atau stress kerja karena tugas atau pekerjaan mereka sehari-hari.
Selain itu menjadi seorang karyawan juga menyita banyak waktu, karena karyawan
harus bekerja sesuai dengan batasan waktu yang telah ditentukan perusahaan. Tak
heran bila sebagian dari karyawan tidak mengalami perkembangan, karena waktu
mereka sudah habis di perusahaan tersebut.
MENGUBAH MINDSET KARYAWAN MENJADI PENGUSAHA
•
"Teramat
sayang jika mimpi besar Anda hanya menjadi seorang karyawan, ada pepatah
mengatakan “ Gantungkan cita-citamu setinggi langit” bukan gantungkan
cita-citamu setinggi eternit!!! Biasakan tidak membatasi pola pikir Anda dengan
cita-cita kecil (setinggi eternit) sebagai karyawan saja, namun ubah mindset
Anda untuk memiliki mimpi besar (setinggi langit) dengan menjadi
pengusaha."
•
Menjadi
seorang pengusaha atau entrepreneur sukses memang butuh proses yang tidaklah instan, bisa jadi
waktunya cukup panjang. Banyak hal-hal baru yang bisa jadi tidak diduga
sebelumnya, yang muncul ketika kita terjun langsung kedalam dunia bisnis. Orang
bilang bisnis itu ya Untung, ya Rugi. Bisnis itu penuh resiko, kalo kita gak
pintar, jangan berbisnis, bisa-bisa bukan “Untung” tetapi “Buntung”.
•
Hal
inilah yang membuat sebagian besar orang pada akhirnya tidak berani mengambil
resiko. Apalagi jika melihat pola pikir masyarakat di Indonesia yang
sampai saat ini masih sangat terpaku dengan mimpi mereka menjadi seorang
karyawan di perusahaan bonafit, atau menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang
bisa memberikan jaminan kecukupan di hari tua. Apakah mimpi Anda juga
hanya sebatas itu?
•
Lalu,
bagaimana caranya mengubah mindset karyawan menjadi pengusaha? Tentu ini bukan pekerjaan mudah, karena pola
pikir kita sejak dulu sudah dibentuk untuk menjadi seorang karyawan. Orang tua
mana yang tidak bangga bila anak-anaknya bekerja di perusahaan bonafit, atau di
instansi pemerintahan, sehingga secara otomatis pola pikir kita mulai terbentuk
untuk menjadi seorang pegawai. Belum lagi instansi pendidikan di negara kita
yang masih minim memberikan ilmu tentang kewirausahaan, sehingga mindset
entrepreneur kita masih sangat kurang.
•
Pertama skill
•
Dan yang
kedua adalah mindset entrepreneur.
•
Dari
faktor itulah, mengapa adanya mindset entrepreneur sangatlah penting dalam
menjalankan bisnis. Sebab dengan mindset entrepreneur, seseorang
akan termotivasi untuk selalu produktif dan melakukan inovasi-inovasi baru
untuk menciptakan peluang usaha yang menguntungkan.
Cara mudah untuk
membentuk mindset entrepreneur bisa dilakukan dengan beberapa
tahapan berikut :
•
Pertama, lihatlah potensi diri. Buat daftar potensi
yang Anda punya, kemudian kembangkan semua potensi yang ada, untuk menciptakan
inovasi baru.
•
Kedua, belajarlah dari kisah para pengusaha sukses yang sudah berhasil mengembangkan bisnisnya dari
nol. Dengan begitu Anda akan terinspirasi dan termotivasi untuk mengikuti jejak
kesuksesan mereka dalam menjalankan bisnis.
•
Ketiga, ikuti pelatihan, seminar atau sharing bisnis
yang bisa membantu Anda mengetahui segala kelebihan dan kekurangan sumber daya,
yang bisa Anda jadikan sebagai prospek bisnis. Bila perlu, lakukan kunjungan
langsung untuk melihat proses operasional sebuah usaha.
•
Dan yang
paling utama dari ketiga langkah tersebut adalah Anda harus tetap “Action!”,
karena tanpa action, maka mimpi kita tentu tidaklah akan menjadi sebuah
kenyataan.
Rahasia Sukses
Entrepreneur Dunia
•
Menjadi
entrepreneur sukses yang dikenal masyarakat dunia, tentu menjadi dambaan setiap
pengusaha.
•
Deretan pengusaha sukses dunia seperti Mark Zuckerberg yang berhasil menjadi
seorang milyarder di usia muda berkat inovasi Facebook yang Ia ciptakan,
kegigihan Kolonel Sanders yang membangun bisnis ayam goreng KFC di usianya yang
tak lagi muda (66 tahun), serta prestasi Steve Jobs yang meluncurkan iPhone
untuk meramaikan persaingan bisnis handphone di kancah dunia, menjadi bukti
nyata bagi kita semua bahwasannya setiap orang bisa mencapai puncak kesuksesan
dengan jalan yang berbeda-beda.
Untuk mengetahui
rahasia apa saja yang bisa mengantarkan para entrepreneur dunia menuju puncak
kesuksesannya. Ada beberapa tips
bisnis rahasia sukses entrepreneur dunia, sbb :
•
Pertama, tak perlu ragu dan segeralah melangkah.
Semakin cepat mengawalinya, maka semakin panjang pula waktu yang kita miliki
untuk mencari tahu peluang bisnis apa
saja yang cukup potensial kedepannya. Dengan begitu, Anda telah mencuri start
atau memulai usaha lebih awal dibandingkan pesaing Anda di pasaran, sehingga
tidak menutup kemungkinan bila bisnis Anda pun bisa menjadi pemimpin pasar di
masa-masa yang akan datang.
•
Kedua, bangun networking. Terkadang para pemula
hanya fokus memikirkan modal harta untuk merintis sebuah usaha. Padahal, dalam
merintis usaha tidak hanya modal dana saja. Dengan membangun networking
seluas-luasnya, tidak menutup kemungkinan bila Anda pun bisa merintis usaha
tanpa harus memiliki modal dana yang cukup besar. Contohnya saja Anda menjadi
reseller produk, berbekal katalog produk yang Anda peroleh dari para produsen,
tentunya Anda bisa memasarkan produk-produk unggulan dengan sistem pembagian
hasil yang menguntungkan tanpa harus mengeluarkan modal dana yang cukup besar.
•
Ketiga, perkuat ambisi positif. Besarnya ambisi yang
dimiliki para pengusaha, mendorong mereka untuk selalu optimis menghadapi semua
tantangan dan berani menghancurkan ketakutan untuk memenangkan persaingan.
Rahasia inilah yang kemudian memberikan keberanian kepada pendiri Facebook,
untuk mulai berinovasi menciptakan peluang baru meskipun saat itu sudah ada
Google yang cukup mendominasi pasar internet.
No comments:
Post a Comment