Wednesday, June 5, 2013

KULIAH 2 BERPIKIR PERUBAHAN



KULIAH 2
BERPIKIR PERUBAHAN

"Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku Anda. Tetapi bila Anda menginginkan perubahan yang besar dan mendasar, ubahlah pola pikir Anda." - Stephen Covey

Pilih Jadi Karyawan atau Entrepreneur?
       Sebagian orang menjawab jadi entrepreneur dirasa lebih enak, karena tidak terikat dengan banyaknya peraturan seperti yang dialami para karyawan. Namun jangan salah, ada pula sebagian orang yang memilih jadi karyawan untuk mendapatkan penghasilan tetap dan resikonya lebih kecil. Alasan-alasan tersebut yang menjadi motivasi diri seseorang, sebelum akhirnya mereka memutuskan jadi karyawan atau entrepreneur. "
       Menjadi seorang karyawan maupun menjadi seorang entrepreneur, masing-masing memiliki keuntungan dan resiko yang berbeda. Ada sebagian orang yang berani mengambil resiko dengan memilih menjadi seorang entrepreneur, tapi ada juga sebagian orang yang belum berani mengambil resiko dan memilih posisi aman dengan menjadi seorang karyawan.

Entrepreneur

     Semakin hari jumlah entrepreneur semakin meningkat, hal ini menjadi salah satu bukti bahwa entrepreneur merupakan pekerjaan menyenangkan dan memberikan peluang yang menguntungkan bagi para pelakunya. Mengapa demikian? Sebab pekerjaan seorang entrepreneur tidak dibatasi oleh waktu maupun aturan. Dengan menjadi seorang entrepreneur, Anda bisa bebas menentukan pola kerja, bebas menentukan peluang usaha yang sesuai dengan minat dan bakat, bebas menentukan target pendapatan yang diinginkan, serta bebas menentukan kebijakan yang terbaik bagi usaha.
     Berbagai peluang usaha yang dibangun, secara tidak langsung membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran yang semakin hari kian meningkat. Dan yang lebih penting, kerja keras seorang entrepreneur juga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan gaji seorang pegawai.
     Namun menjadi entrepreneur juga memiliki resiko yang tidak sedikit. Misalnya saja resiko penghasilan tidak tetap, ada kalanya untung besar namun ada kalanya harus rugi karena omset usaha menurun.  Disamping itu, menjadi seorang pengusaha sukses juga tidak mudah, karena tidak ada jaminan pasti bahwa semua orang yang memulai usaha bisa sukses. Butuh al dan strategi bisnisyang matang untuk memenangkan persaingan pasar yamodng ada, karena dalam dunia bisnis persaingannya sudah sangat ketat.

Karyawan

       Lain halnya jika memilih menjadi seorang karyawan, Anda berada pada titik aman karena resiko yang ditanggung tidak terlalu besar. Keuntungan menjadi seorang karyawan antara lain, bisa mendapatkan gaji tetap, ada tambahan tunjangan pensiun, serta memiliki status sosial di masyarakat karena jabatan yang Anda miliki sebagai seorang karyawan di perusahaan tertentu.
       Bukan berarti menjadi seorang karyawan tidak memiliki resiko. Karyawan juga memiliki resiko yang sewaktu-waktu menghadang, walaupun tidak sebesar resiko pelaku usaha. Misalnya saja resiko terkena PHK, penghasilan yang pas-pasan, serta terikat dengan peraturan perusahaan.
       Resiko lain yang sering terjadi pada karyawan yaitu munculnya kejenuhan atau stress kerja karena tugas atau pekerjaan mereka sehari-hari. Selain itu menjadi seorang karyawan juga menyita banyak waktu, karena karyawan harus bekerja sesuai dengan batasan waktu yang telah ditentukan perusahaan. Tak heran bila sebagian dari karyawan tidak mengalami perkembangan, karena waktu mereka sudah habis di perusahaan tersebut.





MENGUBAH MINDSET KARYAWAN MENJADI PENGUSAHA

       "Teramat sayang jika mimpi besar Anda hanya menjadi seorang karyawan, ada pepatah mengatakan “ Gantungkan cita-citamu setinggi langit” bukan gantungkan cita-citamu setinggi eternit!!! Biasakan tidak membatasi pola pikir Anda dengan cita-cita kecil (setinggi eternit) sebagai karyawan saja, namun ubah mindset Anda untuk memiliki mimpi besar (setinggi langit) dengan menjadi pengusaha."

       Menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur sukses memang butuh proses yang tidaklah instan, bisa jadi waktunya cukup panjang. Banyak hal-hal baru yang bisa jadi tidak diduga sebelumnya, yang muncul ketika kita terjun langsung kedalam dunia bisnis. Orang bilang bisnis itu ya Untung, ya Rugi. Bisnis itu penuh resiko, kalo kita gak pintar, jangan berbisnis, bisa-bisa bukan “Untung” tetapi “Buntung”. 
       Hal inilah yang membuat sebagian besar orang pada akhirnya tidak berani mengambil resiko. Apalagi jika melihat pola pikir masyarakat di Indonesia yang sampai saat ini masih sangat terpaku dengan mimpi mereka menjadi seorang karyawan di perusahaan bonafit, atau menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang bisa memberikan jaminan kecukupan di hari tua. Apakah mimpi Anda juga hanya sebatas itu?
       Lalu, bagaimana caranya mengubah mindset karyawan menjadi pengusaha? Tentu ini bukan pekerjaan mudah, karena pola pikir kita sejak dulu sudah dibentuk untuk menjadi seorang karyawan. Orang tua mana yang tidak bangga bila anak-anaknya bekerja di perusahaan bonafit, atau di instansi pemerintahan, sehingga secara otomatis pola pikir kita mulai terbentuk untuk menjadi seorang pegawai. Belum lagi instansi pendidikan di negara kita yang masih minim memberikan ilmu tentang kewirausahaan, sehingga mindset entrepreneur kita masih sangat kurang.

Dalam memulai usaha dibutuhkan dua faktor penting :
       Pertama skill 
       Dan yang kedua adalah mindset entrepreneur.
       Dari faktor itulah, mengapa adanya mindset entrepreneur sangatlah penting dalam menjalankan bisnis. Sebab dengan mindset entrepreneur, seseorang akan termotivasi untuk selalu produktif dan melakukan inovasi-inovasi baru untuk menciptakan peluang usaha yang menguntungkan.

Cara mudah untuk membentuk mindset entrepreneur bisa dilakukan dengan beberapa tahapan berikut :
       Pertama, lihatlah potensi diri. Buat daftar potensi yang Anda punya, kemudian kembangkan semua potensi yang ada, untuk menciptakan inovasi baru. 
       Kedua, belajarlah dari kisah para pengusaha sukses yang sudah berhasil mengembangkan bisnisnya dari nol. Dengan begitu Anda akan terinspirasi dan termotivasi untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka dalam menjalankan bisnis. 
       Ketiga, ikuti pelatihan, seminar atau sharing bisnis yang bisa membantu Anda mengetahui segala kelebihan dan kekurangan sumber daya, yang bisa Anda jadikan sebagai prospek bisnis. Bila perlu, lakukan kunjungan langsung untuk melihat proses operasional sebuah usaha.
       Dan yang paling utama dari ketiga langkah tersebut adalah Anda harus tetap “Action!”, karena tanpa action, maka mimpi kita tentu tidaklah akan menjadi sebuah kenyataan.

Rahasia Sukses Entrepreneur Dunia
       Menjadi entrepreneur sukses yang dikenal masyarakat dunia, tentu menjadi dambaan setiap pengusaha.
       Deretan pengusaha sukses dunia seperti Mark Zuckerberg yang berhasil menjadi seorang milyarder di usia muda berkat inovasi Facebook yang Ia ciptakan, kegigihan Kolonel Sanders yang membangun bisnis ayam goreng KFC di usianya yang tak lagi muda (66 tahun), serta prestasi Steve Jobs yang meluncurkan iPhone untuk meramaikan persaingan bisnis handphone di kancah dunia, menjadi bukti nyata bagi kita semua bahwasannya setiap orang bisa mencapai puncak kesuksesan dengan jalan yang berbeda-beda.

Untuk mengetahui rahasia apa saja yang bisa mengantarkan para entrepreneur dunia menuju puncak kesuksesannya. Ada  beberapa tips bisnis rahasia sukses entrepreneur dunia, sbb :
       Pertama, tak perlu ragu dan segeralah melangkah. Semakin cepat mengawalinya, maka semakin panjang pula waktu yang kita miliki untuk mencari tahu peluang bisnis apa saja yang cukup potensial kedepannya. Dengan begitu, Anda telah mencuri start atau memulai usaha lebih awal dibandingkan pesaing Anda di pasaran, sehingga tidak menutup kemungkinan bila bisnis Anda pun bisa menjadi pemimpin pasar di masa-masa yang akan datang.
       Kedua, bangun networking. Terkadang para pemula hanya fokus memikirkan modal harta untuk merintis sebuah usaha. Padahal, dalam merintis usaha tidak hanya modal dana saja. Dengan membangun networking seluas-luasnya, tidak menutup kemungkinan bila Anda pun bisa merintis usaha tanpa harus memiliki modal dana yang cukup besar. Contohnya saja Anda menjadi reseller produk, berbekal katalog produk yang Anda peroleh dari para produsen, tentunya Anda bisa memasarkan produk-produk unggulan dengan sistem pembagian hasil yang menguntungkan tanpa harus mengeluarkan modal dana yang cukup besar.
       Ketiga, perkuat ambisi positif. Besarnya ambisi yang dimiliki para pengusaha, mendorong mereka untuk selalu optimis menghadapi semua tantangan dan berani menghancurkan ketakutan untuk memenangkan persaingan. Rahasia inilah yang kemudian memberikan keberanian kepada pendiri Facebook, untuk mulai berinovasi menciptakan peluang baru meskipun saat itu sudah ada Google yang cukup mendominasi pasar internet.

No comments:

Post a Comment