Wednesday, June 5, 2013

KULIAH 4 PELUANG ITU MUNCUL, KARENA ANDA BERBEDA DENGAN YANG LAIN. “THINK AND LOOK DIFFERENTL


KULIAH 4

PELUANG ITU MUNCUL, KARENA ANDA BERBEDA DENGAN YANG LAIN. “THINK AND LOOK DIFFERENTLY”

       Peluang hampir ada di setiap saat dalam kehidupan kita sehari-hari, baik sejak bangun pagi sehingga larut malam. Peluang itu dapat muncul di dalam berbagai bentuk, tergantung cara kita melihatnya.
       Sebagai contoh : Kita melihat suatu produk, sebut saja pensil. Bagi seseorang yang mengetahui seluk beluknya, maka ini adalah sebuah peluang, karena ia melihatnya dengan pola pikir “ketidaksempurnaan”, lalu menemukan kelemahan dan mengetahui bahwa produk itu kurang sempurna. Tetapi, yang penting ialah bukan sekadar cara melihat atau memandang suatu hal, melainkan bagaimana sesuatu ketidaksempurnaan itu bisa berubah menjadi peluang yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar. Kemudian, mulailah mengeksplorasi apakah peluang itu adalah peluang emas atau tidak.

Peluang Anda akan menjadi peluang emas (prospektif) bila mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
       Sedang dibutuhkan oleh pasar.
       Memecahkan kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi pasar.
       Menyempurnakan yang sebelumnya.
       Benar-benar beda dan ada nilai tambahnya.
       Temuan yang orisinil (inovatif).
       Memberi keuntungan yang nyata.
       Ada unsur yang dibanggakan oleh Anda/pembeli.
       Yang pasti, bisa Anda wujudkan.
Namun, orang banyak mencari peluang emasnya hanya dengan bertanya kepada orang-rang atau para pelaku bisnis. Mereka bertanya, “Saya ingin membuka suatu usaha (menjadi entrepreneur), tolong beri tahu, peluang apa yang menjaminkan?” Dan, jawabannya pun biasanya adalah, “Belum ada”, “Tidak tahu”, dan lain sebagainya. Ingatlah bahwa peluang itu harus Anda ciptakan, dan pebisnis itu cenderung “egois” bagi orang lain.


Dari Mana Anda Mendapatkan Peluang?
Konsep mudah menemukan dan menciptakan peluang, yaitu :
1.     Awali dengan melihat sesuatu itu dengan “teori ketidaksempurnaan”, bahwa apa yang Anda lihat adalah tidak sempurna. Oleh karena itu ada peluang untuk menyempurnakannya.
2.     Gunakanlah inspirasi, bahwa peluang itu adalah :
§  Merebut pasar dari pesaing (intersection)
§  Meggantikan pisisi yang ada dari pesaing (replacement)
§  Mengisi kekosongan dari celah pesaingan (filter)
§  Megahancurkan market leader (destroyer)
§  Melengkapi ketidaksempurnaan pasar (compatible—hulu ke hilir)
3.     Setelah Anda berhasil menemukan beberapa alternatif peluang dari diri Anda, maka buatlah daftar peluang itu.
4.     Pilihlah peluang yang paling berpotensi bagi Anda untuk Anda ciptakan kemudian piih yang kedua dan ketiga (maksimal 3). Pasanglah peluang pertama sebagai peluang emas bagi Anda.
5.     Buatlah spanduk, coretan di kertas ukuran besar dengan kertas karton atau manila atau kain yang berisi peluang Anda itu. Pasanglah di tempat dimana Anda dapat selalu membacanya, bahkan ketika Anda ingin tidur.
6.     Tambahkan kata-kata yang memotivasi Anda, seperti visi dan motto hidup Anda.
7.     Mulailah mengambil keputusan yang “smart” tanpa menjadi orag yang bodoh (risk taker). Jadilah risk manager bagi diri Anda (seperti finacial comsultant).
8.     Janganlah takut untuk mencoba dan terus mencoba. Ketakutan itu hanyalah presepsi di pikiran Anda atau mitos-mitos yang salah yang selalu menghantui Anda. Itu adalah “setan” yang menghambat kesuksesan Anda.
9.     Ciptakanlah kesuksesan-kesuksesan kecil terlebih dahulu untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda, kemudian teruslah berkreasi, berinovasi, dan bertahan. Maka, tinggallah waktu yang menentukan kesuksesan Anda.

KEGAGALAN SEBUAH PELUANG

Banyak orang yang ingin berbisnis, bahkan sudah memutuskan bisnis apa, namun ketika peluang sudah di depan mata itu dilihat, dipikirkan, dan terus dipelajari, orang lain sudah berlari kencang mendahuluinya. Peluang pun gagal didapat. Anda harus mempunyai konsep dan pengetahuan tentang “Smart Entrepreneur” yang terasah, sehingga mempunyai Insting dan intuisi yang tajam memanfaatkan peluang. Kegagalan sebuah peluang bisa bersumber dari berbagai hal, antara lain :
1.       Tidak segera mengambil keputusan
      Peluang itu lewat begitu saja, terkadang Anda mengetahuinya, atau bahkan tidak.
2.       Waktunya sudah lewat (kadaluawarsa)-tidak efektif lagi
      Peluang itu bisa memiliki waktu dan masa. Terkadang lama, bisa juga singkat. Jadi, Anda juga perlu melihat apakah Anda harus mengambil keputusan sekarang atau nanti.
3.       Survei tidak akurat, hanya presepsi Anda saja
      Terkadang Anda telah siap, waktu juga tepat, namun survei yang dilakukan tidak akurat. Ini akan membuat peluang menjadi meleset. Ternyata apa yang diperkirakan salah dan tidak sesuai.
4.       Diambil orang
      Ingat bahwa banyak orang yang berpikir sama. Jadi, jangan menganggap bahwa Anda adalah orang pertama, sehingga tenang-tenang saja. Pesaing akan segera mengambil kesempatan.
5.       Tidak anda strategi yang jelas beserta konsepnya
      Hal ini mengakibatkan bisnis Anda “Layu sebelum berkembang”. Saat mendapatkan sebuah peluang, memang rasanya luar biasa. Namun, lebih sulit ialah mewujudan impian Anda Jadi.

Peluang itu bagaikan bola api, Yang datang tiba-tiba dan pergi tanpa pamit.
Andalah yang harus meraihnya!

Peluang juga seperti biji, yang membutuhkan iklim, tanah, cuaca, dan lingkungan yang baik. Anda membutuhkan strategi dan taktik untuk membuat biji itu tetap tumbuh dengan baik. Anda membutuhkan keteguhan hati untuk tetap menyirami, menjaganya dari predator (pesaing) Anda agar biji itu tidak rusak.
 
“Be a SMARTER, not HARDER”.

Kita mungkin tidak terlahir sebagai orang yang brilian atau sangat kreatif, namun dengan belajar dan berlatih kita bisa menjadi orang yang cerdik dan kreatif. 
Being creative is sooo fun!!!

No comments:

Post a Comment