KULIAH 4
PELUANG ITU MUNCUL, KARENA ANDA BERBEDA DENGAN YANG
LAIN. “THINK AND LOOK DIFFERENTLY”
•
Peluang
hampir ada di setiap saat dalam kehidupan kita sehari-hari, baik sejak bangun
pagi sehingga larut malam. Peluang itu dapat muncul di dalam berbagai bentuk,
tergantung cara kita melihatnya.
•
Sebagai
contoh : Kita melihat suatu produk, sebut saja pensil. Bagi seseorang yang
mengetahui seluk beluknya, maka ini adalah sebuah peluang, karena ia melihatnya
dengan pola pikir “ketidaksempurnaan”, lalu menemukan kelemahan dan mengetahui
bahwa produk itu kurang sempurna. Tetapi, yang penting ialah bukan sekadar cara
melihat atau memandang suatu hal, melainkan bagaimana sesuatu ketidaksempurnaan
itu bisa berubah menjadi peluang yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar.
Kemudian, mulailah mengeksplorasi apakah peluang itu adalah peluang emas atau
tidak.
Peluang Anda akan
menjadi peluang emas (prospektif) bila mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
•
Sedang
dibutuhkan oleh pasar.
•
Memecahkan
kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi pasar.
•
Menyempurnakan
yang sebelumnya.
•
Benar-benar
beda dan ada nilai tambahnya.
•
Temuan
yang orisinil (inovatif).
•
Memberi
keuntungan yang nyata.
•
Ada unsur
yang dibanggakan oleh Anda/pembeli.
•
Yang
pasti, bisa Anda wujudkan.
Namun, orang
banyak mencari peluang emasnya hanya dengan bertanya kepada orang-rang atau
para pelaku bisnis. Mereka bertanya, “Saya ingin membuka suatu usaha (menjadi
entrepreneur), tolong beri tahu, peluang apa yang menjaminkan?” Dan, jawabannya
pun biasanya adalah, “Belum ada”, “Tidak tahu”, dan lain sebagainya. Ingatlah
bahwa peluang itu harus Anda ciptakan, dan pebisnis itu cenderung “egois” bagi
orang lain.
Dari Mana Anda
Mendapatkan Peluang?
Konsep mudah
menemukan dan menciptakan peluang, yaitu :
1. Awali dengan melihat sesuatu itu dengan “teori
ketidaksempurnaan”, bahwa apa yang Anda lihat adalah tidak sempurna. Oleh
karena itu ada peluang untuk menyempurnakannya.
2. Gunakanlah inspirasi, bahwa peluang itu adalah
:
§ Merebut pasar dari pesaing (intersection)
§ Meggantikan pisisi yang ada dari pesaing
(replacement)
§ Mengisi kekosongan dari celah pesaingan
(filter)
§ Megahancurkan market leader (destroyer)
§ Melengkapi ketidaksempurnaan pasar
(compatible—hulu ke hilir)
3. Setelah Anda berhasil menemukan beberapa
alternatif peluang dari diri Anda, maka buatlah daftar peluang itu.
4. Pilihlah peluang yang paling berpotensi bagi
Anda untuk Anda ciptakan kemudian piih yang kedua dan ketiga (maksimal 3).
Pasanglah peluang pertama sebagai peluang emas bagi Anda.
5. Buatlah spanduk, coretan di kertas ukuran
besar dengan kertas karton atau manila atau kain yang berisi peluang Anda itu.
Pasanglah di tempat dimana Anda dapat selalu membacanya, bahkan ketika Anda
ingin tidur.
6. Tambahkan kata-kata yang memotivasi Anda,
seperti visi dan motto hidup Anda.
7. Mulailah mengambil keputusan yang “smart”
tanpa menjadi orag yang bodoh (risk taker). Jadilah risk manager bagi diri Anda
(seperti finacial comsultant).
8. Janganlah takut untuk mencoba dan terus
mencoba. Ketakutan itu hanyalah presepsi di pikiran Anda atau mitos-mitos yang
salah yang selalu menghantui Anda. Itu adalah “setan” yang menghambat
kesuksesan Anda.
9. Ciptakanlah kesuksesan-kesuksesan kecil
terlebih dahulu untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda, kemudian teruslah
berkreasi, berinovasi, dan bertahan. Maka, tinggallah waktu yang menentukan
kesuksesan Anda.
KEGAGALAN SEBUAH PELUANG
Banyak orang yang
ingin berbisnis, bahkan sudah memutuskan bisnis apa, namun ketika peluang sudah
di depan mata itu dilihat, dipikirkan, dan terus dipelajari, orang lain sudah
berlari kencang mendahuluinya. Peluang pun gagal didapat. Anda harus mempunyai
konsep dan pengetahuan tentang “Smart Entrepreneur” yang terasah, sehingga
mempunyai Insting dan intuisi yang tajam memanfaatkan peluang. Kegagalan
sebuah peluang bisa bersumber dari berbagai hal, antara lain :
1.
Tidak
segera mengambil keputusan
–
Peluang
itu lewat begitu saja, terkadang Anda mengetahuinya, atau bahkan tidak.
2.
Waktunya
sudah lewat (kadaluawarsa)-tidak efektif lagi
–
Peluang
itu bisa memiliki waktu dan masa. Terkadang lama, bisa juga singkat. Jadi, Anda
juga perlu melihat apakah Anda harus mengambil keputusan sekarang atau nanti.
3.
Survei
tidak akurat, hanya presepsi Anda saja
–
Terkadang
Anda telah siap, waktu juga tepat, namun survei yang dilakukan tidak akurat.
Ini akan membuat peluang menjadi meleset. Ternyata apa yang diperkirakan salah
dan tidak sesuai.
4.
Diambil
orang
–
Ingat
bahwa banyak orang yang berpikir sama. Jadi, jangan menganggap bahwa Anda
adalah orang pertama, sehingga tenang-tenang saja. Pesaing akan segera
mengambil kesempatan.
5.
Tidak
anda strategi yang jelas beserta konsepnya
–
Hal ini
mengakibatkan bisnis Anda “Layu sebelum berkembang”. Saat mendapatkan sebuah
peluang, memang rasanya luar biasa. Namun, lebih sulit ialah mewujudan impian
Anda Jadi.
Peluang itu
bagaikan bola api, Yang datang tiba-tiba dan pergi tanpa pamit.
Andalah yang harus meraihnya!
Peluang juga seperti biji, yang membutuhkan iklim, tanah, cuaca, dan lingkungan yang baik. Anda membutuhkan strategi dan taktik untuk membuat biji itu tetap tumbuh dengan baik. Anda membutuhkan keteguhan hati untuk tetap menyirami, menjaganya dari predator (pesaing) Anda agar biji itu tidak rusak.
“Be a SMARTER, not HARDER”.
Andalah yang harus meraihnya!
Peluang juga seperti biji, yang membutuhkan iklim, tanah, cuaca, dan lingkungan yang baik. Anda membutuhkan strategi dan taktik untuk membuat biji itu tetap tumbuh dengan baik. Anda membutuhkan keteguhan hati untuk tetap menyirami, menjaganya dari predator (pesaing) Anda agar biji itu tidak rusak.
“Be a SMARTER, not HARDER”.
Kita mungkin tidak
terlahir sebagai orang yang brilian atau sangat kreatif, namun dengan belajar
dan berlatih kita bisa menjadi orang yang cerdik dan kreatif.
Being creative
is sooo fun!!!
No comments:
Post a Comment